.

Media ukhuwah keluarga kelas 4

السلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته

الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

ahlan wa sahlan. selamat datang di blog ini, semoga dengan ini semakin erat ukhuwah diantara kita, dan banyak manfaat yang bisa di peroleh di sini, saran dan masukan sangat kami harapkan. kirimkan pesan dan kesan anda ke kelas4esluha@gmail.com

terima kasih

HOT NEWS

RAPOT

DIBAGIKAN HARI JUM’AT

25 JUNI 2010

HARI BESAR WAKTUNYA PENDEK

MOHON BISA DATANG LEBIH AWAL

Tampilkan postingan dengan label BIMBINGAN ORANG TUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIMBINGAN ORANG TUA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Mei 2010

PANDUAN AMAN MENGGUNAKAN INTERNET BAGI ANAK ANDA

Akses informasi yang kaya dari internet harus disadari bagaikan pedang bermata dua, Internet merupakan sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak, namun di satu sisi dapat juga menjadi akses bagi anak untuk mengetahui informasi yang tidak sesuai dengan umur mereka. Belum lagi kemungkinan anak untuk berinteraksi dengan orang asing yang tidak Ia kenal yang dapat membahayakan anak kita.


Indikasi kemungkinan anak anda berada dalam bahaya penggunaan Internet :

• Anak anda mengabiskan waktu yang lama untuk online terutama di malam hari

• Anda menemukan materi Pornography di komputer anak anda

• Anak anda sering melakukan / menerima panggilan telephone dari orang yang tidak anda kenal dan sering diantaranya merupakan panggilan jarak jauh

• Anak anda menerima hadiah, surat dari orang yang tidak anda kenal

• Dengan cepat anak anda mematikan monitor atau mengganti layar pada saat anda mendekat.

• Menarik diri dari Keluarga

• Menggunakan account online yang bukan miliknya.



Apa yang harus anda lakukan untuk meminimalisir anak resiko anak anda akan bahaya di Internet :

• Komunikasikan secara terbuka akan bahaya yand terdapat di internet termasuk eksploitasi seks.

• Sempatkan waktu bersama anak anda untuk mengetahui tempat-tempat favorite mereka di Internet

• Tempatkan komputer di tempat terbuka dimana seluruh anggota keluarga dapat mengakses dan melihatnya, jangan di kamar anak. Penyalahgunaan internet terutama yang bebau pornograpy dan pelecehan sexual terhadap anak akan sulit dilakukan jika ada anggota keluarga secara tidak langsung turut mengawasi akses internet anak.

• Selalu kendalikan akses account online anak anda dan cek secara acak email mereka.Informasikan pada anak akan hal ini dimuka secara terbuka dan utarakan alasan kenapa anda melakukannya.

• Arahkan agar anak anda bertanggung jawab atas akses online mereka, banyak hal-hal menarik selain chatting rooms.

• Usahakan agar anda juga memiliki pengetahuan akan fasilitas keamanan dari komputer-komputer online yang sering diakses anak anda selain dirumah.

• Mengertilah, meskipun anak anda memang berkenan untuk mengakses ataupun terlibat akan hal-hal yang berbau pornography mereka sebenarnya adalah seorang korban.

• Perintahkan anak anda untuk:

1. Jangan pernah bertemu tatap muka dengan orang yang mereka temui secara online

2. Jangan pernah untuk memberikan photo mereka kepada orang yang secara personal tidak mereka kenal atau pada forum layanan online.

3. Jangan pernah untuk memberikan data pribadi seperti alamat rumah, sekolah, nomor telephone.

4. Mengunduh gambar / file dari sumber yang tidak diketahui karena kemungkinan ada hal-hal yang berbau pornography.

5. Untuk tidak meresponse forum, posting yang bersifat menyerang, menghina, dan sifat negatif lainnya.

6. Membuat anak anda mengerti bahwa apa yang ia dapat secara on-line belum tentu kebenarannya.

Bahaya ada dimana saja dilingkungan sekitar anak kita. Dengan mendidik anak kita dan memberikan pengertian akan bahaya diinternet, mudah-mudahan kita dapat memastikan internet sebagai sebuah sumber informasi yang sangat kaya dan berguna bagi perkembangan mereka.
READ MORE - PANDUAN AMAN MENGGUNAKAN INTERNET BAGI ANAK ANDA

MENGENALKAN INTERNET BERDASARKAN USIA

USIA 2 S/D 4 TAHUN

Dalam usia balita, anak yang memulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Ketika banyak aktifitas dan situs yang bersesuaian dengan usia balita ini, melakukan surfing bersama orang tua adalah hal yang terbaik. Hal tersebut bukan sekedar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak tersebut bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara sang anak dengan orang tua.

Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan pengalaman baru dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Hal tersebut bukan berarti mereka dibiarkan menggunakan Internet secara bebas. Yang terbaik adalah orang tua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan tidak membiarkan sang anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih menggunakan Internet. Kita pun tidak perlu terus-menerus berada di samping sang anak,, selama kita yakin bahwa dia berada di dalam sebuah situs yang aman, layak dan terpercaya.


USIA 4 S/D 7 TAHUN

Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan Internet. Dalam usia ini, orang tua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung dengan Internet.

Anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka di Internet. Inti permasalahan di sini bukanlah terpusat pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar anak dapat tetap leluasa mengeksplorasi Internet dan mengunjungi sejumlah situs yang bermanfaat tanpa timbul rasa frustrasi atau ketidak-nyamanan pada dirinya.


USIA 7 S/D 10 TAHUN

Dalam masa ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pulalah anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua. Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tak berarti tanpa adanya partisipasi dari orang tua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di awasi, semisal di ruangan keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas melakukan eksplorasi di Internet, tetapi dia tidak sendirian.

Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak. Pada masa ini, fokus orang tua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya digunakan untuk variasi aktifitas lainnya.

Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk hanya membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit mereka saja.


USIA 10 S/D 12 TAHUN

Pada masa pra-remaja ini, anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Perhatian orang tua tidak hanya pada apa yang mereka lihat di Internet, tetapi juga pada berapa lama mereka online. Tugas orang tua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka. Berikanlah batasan berapa lama mereka bisa mengggunakan Internet dan libatkan pula mereka pada kegiatan lain semisal olahraga, musik dan membaca buku.

Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berpengaruh. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif.


USIA 12 S/D 14 TAHUN

Inilah saat anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya. Bagi yang menggunakan Internet, kebanyakan dari mereka akan tertarik dengan berbagai jaringan sosial maya (khususnya facebook). Tekankan kembali pada kesepatakan dasar tentang penggunaan Internet di rumah, yaitu tidak memberikan data pribadi apapun, bertukar foto atau melakukan pertemuan face-to-face dengan seseorang yang baru dikenal melalui Internet, tanpa sepengetahuan dan atau seijin orang tua. Pada usia ini anak-anak harus sudah memahami bahwa faktanya seseorang di Internet bisa jadi tidaklah seperti yang dibayangkan atau digambarkan.

Anak pada usia ini juga sudah saatnya mulai tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Sangatlah alamiah apabila seorang anak mulai tertarik dan penasaran dengan lawan jenisnya. Mereka akan mencoba melakukan eksplorasi untuk memenuhi rasa ketertarikan dan penasaran mereka. Dalam masa ini, orang tua harus waspada terhadap apa yang dilakukan anaknya. Orang tua tidak harus berada di ruangan yang sama dengan sang anak ketika anak tersebut tengah menggunakan Internet. Tetapi anak tersebut harus tahu bahwa orang tua berhak untuk keluar-masuk ke dalam ruangan tersebut kapan saja dan menanyakan apa yang dilakukan anak tersebut ketika sedang online.

Janganlah terkejut apabila anak-anak mulai tertarik dengan materi-materi seksual. Bagaimana orang tua menghadapi hal tersebut, tentu saja tergantung kepada penilaian masing-masing orang tua terhadap materi tersebut. Yang harus diperhatikan adalah materi-materi seksual yang dapat ditemukan ditemukan di Internet adalah berbeda dan kerap lebih berani ketimbang yang bisa didapatkan di media cetak. Jika seorang anak melakukan eksplorasi yang mendalam di Internet, bisa saja dia mendapatkan situs jaringan sosial, chatroom atau mailing-list yang mengeksplorasi fantasi seksual, yang justru dapat mengganggu ataupun menakutkan bagi orang tua maupun anak yang bersangkutan.

Hal ini menguatkan pendapat mengenai pentingnya pemasangan software filter, keterlibatan orang tua yang intensif, menekankan nilai dan norma keluarga serta meningkatkan kepercayaan dan keterbukaan antara orang tua dan anak. Masa ini merupakan masa yang tepat bagi kebanyakan orang tua untuk bercerita dan berbagi informasi tentang hal-hal seksual kepada anaknya.

Tetapi di sisi lain, pemasangan software filter secara diam-diam ataupun tanpa persetujuan sang anak, bisa berdampak pada timbulnya resistansi sang anak kepada orang tua. Untuk itu kejujuran kepada sang anak menjadi penting, sehingga mereka tahu apa yang orang tua mereka lakukan dengan komputer mereka dan mengapa hal tersebut dilakukan.

Jika orang tua ingin memasang software filter, haruslah dijelaskan kepada anaknya bahwa hal tersebut dilakukan untuk melindungi mereka dari materi-materi yang berbahaya atau tidak layak. Seperti keputusan untuk tidak membiarkan anaknya bepergian ke suatu tempat yang cenderung berbahaya, orang tua memiliki hak pula untuk melindungi anaknya melakukan surfing ke situs-situs yang negatif di Internet.


USIA 14 S/D 17 TAHUN

Masa ini adalah masa yang paling menarik dan menantang dalam kehidupan seorang anak remaja dan orang tua. Seorang remaja akan mulai matang secara fisik, emosi dan intelektual. Mereka haus akan pengalaman yang terbebas dari orang tua. Ikatan-ikatan dengan keluarga tidak terlalu diperketat lagi, tetapi tetap tidak menghilangkan peranan pengawasan orang tua. Kehidupan remaja sangatlah rumit, sehingga mereka membutuhkan kebebasan sekaligus arahan pada waktu yang bersamaan. Remaja kerap melakukan hal-hal yang beresiko tinggi, baik online maupun offline. Tidak jarang remaja memutuskan untuk bertemu muka dengan seseorang yang baru dikenalnya melalui Internet, tentu saja tanpa pengawasan orang tua.

Untuk itu perlu ditekankan benar-benar kepada remaja bahwa siapapun yang mereka kenal di Internet belumlah tentu seperti apa yang mereka bayangkan dan bisa jauh berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terkadang sulit untuk memberikan pemahaman kepada remaja, tidak jarang mereka memahami bahwa mereka pun sejatinya membutuhkan perlindungan terhadap pihak-pihak yang bermaksud mengeksploitasi mereka. Remaja haruslah diberikan pemahaman bahwa kontrol berada di tangan mereka dengan cara tetap waspada terhadap keberadaan pihak yang dapat merugikan mereka.

Bahaya yang terbesar adalah jika seorang remaja putri bertemu dengan seseorang yang baru saja dikenalnya melalui Internet. Jika remaja putri tersebut tetap memaksa ingin bertemu, maka dia haruslah mengajak seorang sahabat atau teman dekatnya untuk menemaninya. Pertemuan tersebut haruslah di tempat publik yang terbuka dan banyak orang. Bagi orang tua, berpikir dan bertindaklah dengan berkacamata pada masa remaja dulu. Tetapkan harapan yang masuk akal dan jangan berlebihan apabila suatu ketika anak remajanya melakukan sesuatu di Internet yang melanggar peraturan keluarga yang telah ditetapkan. Ini bukan berarti orang tua tidak boleh menanggapi secara serius dan menegakkan pengawasan serta disipilin, tetapi cobalah memandang sesuatu secara lebih luas lagi.

Jika seorang remaja menceritakan sesuatu kepada orang tua tentang hal-hal negatif yang ditemuinya di Internet, respon orang tua janganlah mencabut hak anak remaja tersebut dalam menggunakan Internet. Orang tua harus bertindak sportif dan bekerjasama dengan anak remajanya untuk mencegah hal-hal yang negatif terulang lagi di kemudian hari. Ingatlah, tidak lama lagi seorang anak remaja akan berangkat dewasa. Mereka tidak sekedar harus tahu tentang bagaimana cara bersikap yang baik, tetapi juga harus tahu bagaimana cara membuat pertimbangkan mana yang baik dan yang tidak, baik online maupun offline. Hal tersebut akan lebih bermanfaat dan sesuai bagi kehidupan mereka di masa depan.

note: Jika keluarga anda ingin sehat dalam berinternet kunjungi terus ictwatch.com/internetsehat/
READ MORE - MENGENALKAN INTERNET BERDASARKAN USIA

Rabu, 05 Mei 2010

Mengenal Karakter Belajar anak Kita

KARAKTER PEMBELAJARAN

DI SEKOLAH DASAR*

Oleh

Agung Trianto,S.Si

Proses pembelajaran perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Itu sebabnya proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak berbeda dengan proses pembelajaran di sekolah dasar atau dengan tingkat pendidikan yang lainnya. Demikian pula proses pembelajaran pada kelas rendah(1-3)di SD karakternya akan berbeda dengan proses pembelajaran pada kelas tinggi(4,5,6)

Secara umum perbandingan karakteristik pembelajaran di sekolah dasar adalah

Kelas rendah (1-3)

Kelas Tinggi(4-6)

Kelas 1 - 2

v Berorientasi pada pembelajaran fakta , lebih bersifat konkret atau kejadian-kejadian yang ada disekitar lingkungan siswa

v Pembelajaran bersifat tematik

(fleksibel tidak ada pemisahan matapelajaran dan dapat mengembangkan bakat sesuai minat siswa , menumbuhkembangkan kreatifitas siswa,kemampuan sosial , belajar bertahan lama dan menumbuhkan kemampuan memecahkan masalah)

Kelas 3

v Sudah dihadapkan pada konsep generalisasi yang dapat dperoleh dari fakta atau dari kejadian-kejadian yang konkret

v Dilaksanakan berbasis masalah sehingga siswa mampu memecahkan masalah dengan mandiri .

v Menggunakan pendekatan konstruktivis :(mencari , menemukan , menggolongkan, menyusun , melakukan, mengkaji, dan menyimpulkan sendiri, atau berkelompok dari substansi yang dipelajarinya )

v Mengembangkan siswa berani berargumentasi dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan agar memliki rasa ingin tahu , memiliki sikap jujur terhadap diri sendiri dan orang lain .

v Pembelajaran dilaksanakan secara logis dan sistematis untuk membelajarkan siswa tentang konsep dan generalisasi hingga penerapannya.

Dari perbedaan karakteristik diatas dibutuhkan kerjasama yang baik antara ustadz dan walisiswa dalam rangka penumbuhan dan pengembangan diri siswa , sehingga segala potensi siswa dapat lebih optimal dan menjadi anak yang sholeh dan shalihah penyejuk hati orang tua. .amiien

READ MORE - Mengenal Karakter Belajar anak Kita

Selasa, 23 Maret 2010

Kesabaran, Kunci Mengenalkan Al Qur'an pada Anak


JAKARTA–Adanya hidayah dari Allah SWT dan peran orang tua membantu anak mengenal Al-Quran. Lebih dari, penciptaan kehidupan keluarga bernuansa islami juga turut membantu. Sayangnya, ketiga faktor itu seolah menjadi batu sandungan bagi sebagian keluarga muslim.

“Kita hidup di sebuah zaman yang tidak sepenuhnya lurus, terlebih ada janji syetan kepada Allah untuk memutuskan hubungan antara manusia dan Allah. Tapi yang terpenting adalah konsistensi kita,” Ustadzah, Wirianingsih dari PP Salimah, saat peluncuran Syaamil Al Qur’an The Miracle 15in1 yang berlangsung di Islamic Book Fair 1431 H/ 2010M, Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/3).

Ia menuturkan, tidak semua hal berjalan ideal. Oleh sebab itu, yang sangat diperlukan adalah kesabaran. Masalah kontaminasi atau hal-hal yang menghambat anak mengenal Quran harus disikapi dengan sabar sekaligus turut memberikan benteng kepada anak dari kontaminasi.

“Kalau kita berorientasi hanya pada tujuan dan menghilangkan proses maka kita pasti gagal. Setelah gagal, lalu capek dan lelah untuk belajar kembali,” tuturnya.
Wiraningsih pun berpesan agar orang tua selalu jangan pernah berputus asa, dan jangan pula merasa lelah mengenalkan Quran kepada anak-anak.

Sumber: Republika Online
READ MORE - Kesabaran, Kunci Mengenalkan Al Qur'an pada Anak